Kembang api


Sabtu, 11 Mei 2019

PANTAI TANJUNGPENDAM BELITUNG





Perjalanan saya Hari ini ke Pantai Tanjung Pendam Belitung

Sekedar Jalan-jalan di sore Hari sambil menunggu berbuka puasa



Pantai ini lah yang terkenal di pusat Kota Belitung di karenakan  Letaknya yang berada di Pusat Kota Tanjung Pandan membuat pantai ini menjadi sasaran kunjungan warga Belitung yang ingin bersantai dan menikmati senja di pinggir pantai. Pantai Tanjung Pendam memang menjadi kebanggaan warga yang tinggal di pusat Negeri Laskar Pelangi.



Selain menikmati suasana pantai dengan ombaknya yang tidak terlalu besar, pengunjung juga dapat menikmati suasana taman hiburan yang ada di sekitar pantai. Duduk-duduk sambil bersantai di sekitar pantai menjadi hal mengasyikkan di pantai yang sering digunakan untuk menggelar acara-acara kesenian khas Belitung.



Untuk lebih Jelasnya Bagaimana ke Indahan Pantahui  Pantai Tanjungpendam tersebut simak saja Video saya berikut ini

Jumat, 10 Mei 2019

PASAR TANJUNGPANDAN BELITUNG





My trip Today was only the afternoon after the heavy rain poured down

City of Tanjungpandan Belitung.

Coincidentally, there are not many activities carried out at the close of Ramadan

Sell For breaking the fast along the way and the Ramadan Bazaar Stand



It's quite tiring because I do it by walking along the market corners

Maybe because it's already Afternoon and Rainy is not much Market activity

including visitors is not as crowded as in the morning

PASAR TANJUNGPANDAN BELITUNG





My trip Today was only the afternoon after the heavy rain poured down

City of Tanjungpandan Belitung.

Coincidentally, there are not many activities carried out at the close of Ramadan

Sell For breaking the fast along the way and the Ramadan Bazaar Stand



It's quite tiring because I do it by walking along the market corners

Maybe because it's already Afternoon and Rainy is not much Market activity

including visitors is not as crowded as in the morning

Selasa, 07 Mei 2019

MARAS TAUN DESA KEMBIRI BELITUNG DI MERIAHKAN ORGAN TUNGGAL





Maras Taun adalah ritual yang digelar oleh masyarakat Desa Kembiri  Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan dan kemudahan yang dianugerahkan kepada mereka.



Di penghujung acara Maras Taun di meriahkan dengan Musik Organ Tunggal...Selain di meriahkan oleh Emak-emak yang berjoged ria ada juga keseruana dan kelucuan dalam acara ini

untuk lebih jelasnya simak saja video saya berikut ini...Mohon dukungan Subscribe,Share dan Likenya Teman,Sahabat dan Saudaraku....Lebih dan kurangnya saya minta ma'af dan mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya

BEREBUT LAWANG BELITUNG





Masyarakat Belitung memiliki satu tradisi beradu pantun yang biasa disebut berebut lawang.

Sama seperti palang pintu Tradisi Masyarakat Betawi, dalam tradisi ini pihak perwakilan mempelai laki-laki harus berani beradu pantun dengan pihak mempelai wanita agar diberikan izin untuk memasuki rumah sang calon istri.

Dalam berebut lawang, pihak mempelai laki-laki harus melewati tiga pos yang sudah dibuat oleh pihak wanita. Pertama, saat hendak memasuki halaman rumah sang mempelai wanita, perwakilan laki-laki sudah dihadang oleh wakil mempelai wanita. Di sini, beradu pantun sudah dimulai dan biasanya berisi pantun yang mengenalkan calon suami dan keluarganya ke pihak calon istri.

Sukses melewati pos pertama, rombongan dihadang kembali di pos kedua tepat di depan pintu masuk rumah mempelai wanita. Sama seperti di pos pertama, di sini pihak perwakilan laki-laki kembali dihadang dan melancarkan pantun berisi ucapan salam kepada sang pemilik rumah.

Pos ketiga atau pos terakhir yang harus dilewati perwakilan mempelai ada di depan kamar mempelai wanita. Di sini, pantun kembali dilancarkan agar sang mempelai laki-laki diberikan izin masuk ke dalam kamar menemui calon istrinya.

Tidak hanya melancarkan pantun, di setiap pos, pihak perwakilan mempelai laki-laki juga harus memberikan ‘uang perayu’ kepada perwakilan mempelai wanita. Uang ini sebagai syarat agar diberikan izin melewati pos-pos tersebut. Uang yang diberikan tidak menjadi milik pengantin wanita. Uang tersebut digunakan untuk membantu kelancaran jalannya pernikahan.

Oleh perwakilan mempelai wanita, ‘uang perayu’ tersebut akan diberikan kepada beberapa pihak. ‘Uang perayu’ yang didapat di halaman rumah akan diberikan kepada tukang masak nasi dalam pernikahan tersebut. ‘Uang perayu’ yang diterima di depan rumah akan diberikan kepada ketua hajatan. Terakhir, ‘uang perayu’ akan diserahkan kepada tukang rias kedua mempelai atau biasa disebut Mak Inang.

DUL MULOK BELITUNG BAG 7





Mulok Desa Kembiri_Belitong "Sudagar Budiman"

Dul Mulok merupakan kesenian tradisional yang berasal dari desa kembiri yaitu pentas drama atau sejenis opera yang mana sumber ceritanya berasal dari Syaer (syair) lama diantaranya Syaer Siti zubaida, Syaer Juragan Budiman, Syaer Mabi dan Syaer Abdul Mulok yang merupakan cikal bakal terjadinya kesenian ini. Alat-alat yang digunakan dalam kesenian ini meliputi satu buah gendang panjang dan satu buah piul atau lebih dikenal dengan sebutan biola.

Asal mula kesenian Dul Mulok berawal dari ide seseorang yang pandai dalam Besaer yaitu Tok Juhek yaitu sekitar era tahun 1940-an, beliau sangat mahir dan fasih dalam urusan besaer sehingga beliau berkeinginan untuk menuangkan isi Syaer tersebut kedalam sebuah drama kemudian beliau mengumpulkan sanak saudara serta sahabat-sahabatnya untuk menyampaikan ide tersebut dan kemudian ide beliau disambut dengan antusias oleh mereka. Kemudian Tok Juhek bersama dengan saudaranya melatih para pemain sehingga jadilah kesenian drama ini, pada awalnya pemainnya mencapai 60 orang dan cerita yang pertama kali dibawakan yaitu cerita Abdul Mulok sehingga melekatlah nama tersebut sampai dengan saat ini.

Pada perkembangan selanjutnya dul Mulok dikembangkan ke Desa Parang Bulo yang dibawah oleh anak dari Tok Juhek yaitu Kek Lang sementara di Kembiri Dul Mulok dikembangkan oleh Kek Narek yang merupakan anak dari Tok Juhek juga dan secara tuurun temurun kesenian ini terus dilestarikan oelh anak cucu Tok Juhek, Sekarang ini Dul Mulok dipimpin oleh Pak Sar’ie yang dibantu oleh adiknya yaitu Ramdani sebagai sutradara.

Lebih dan Kurangnya saya minta maaf dan mengucapkan banyak terimakasih
Mohon dukungan Share,Subscribe dan Likenya

Senin, 06 Mei 2019

DUL MULOK BELITUNG BAG 6





Mulok Desa Kembiri_Belitong "Sudagar Budiman"



Dul Mulok merupakan kesenian tradisional yang berasal dari desa kembiri yaitu pentas drama atau sejenis opera yang mana sumber ceritanya berasal dari Syaer (syair) lama diantaranya Syaer Siti zubaida, Syaer Juragan Budiman, Syaer Mabi dan Syaer Abdul Mulok yang merupakan cikal bakal terjadinya kesenian ini. Alat-alat yang digunakan dalam kesenian ini meliputi satu buah gendang panjang dan satu buah piul atau lebih dikenal dengan sebutan biola.



Asal mula kesenian Dul Mulok berawal dari ide seseorang yang pandai dalam Besaer yaitu Tok Juhek yaitu sekitar era tahun 1940-an, beliau sangat mahir dan fasih dalam urusan besaer sehingga beliau berkeinginan untuk menuangkan isi Syaer tersebut kedalam sebuah drama kemudian beliau mengumpulkan sanak saudara serta sahabat-sahabatnya untuk menyampaikan ide tersebut dan kemudian ide beliau disambut dengan antusias oleh mereka. Kemudian Tok Juhek bersama dengan saudaranya melatih para pemain sehingga jadilah kesenian drama ini, pada awalnya pemainnya mencapai 60 orang dan cerita yang pertama kali dibawakan yaitu cerita Abdul Mulok sehingga melekatlah nama tersebut sampai dengan saat ini.



Pada perkembangan selanjutnya dul Mulok dikembangkan ke Desa Parang Bulo yang dibawah oleh anak dari Tok Juhek yaitu Kek Lang sementara di Kembiri Dul Mulok dikembangkan oleh Kek Narek yang merupakan anak dari Tok Juhek juga dan secara tuurun temurun kesenian ini terus dilestarikan oelh anak cucu Tok Juhek, Sekarang ini Dul Mulok dipimpin oleh Pak Sar’ie yang dibantu oleh adiknya yaitu Ramdani sebagai sutradara.



Lebih dan Kurangnya saya minta maaf dan mengucapkan banyak terimakasih

Mohon dukungan Share,Subscribe dan Likenya