Kembang api


Rabu, 01 Januari 2020

Pengembangan Lahan Eks Tambang untuk Pertanian Berbasis Wisata Alternatif





Pengembangan Lahan Eks Tambang untuk

Pertanian yang Berbasis Wisata dan Kelestarian Alam

Sebagai Distinasi Wisata Alternatif



Sebagai negara agraris, sector pertanian merupakan sector yang dominan dan merupakan tulang punggung

perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan dan penganekaragaman usaha pertanian terus ditingkatkan

secara intensif dan terencana, baik yang secara tradisional maupun modern merupakan potensi kuat

yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Potensi budidaya pertanian yang dapat dijadikan agrowisata di antaranya :



a. Lahan Perkebunan

b. Tanaman pangan dan Hortikultura

c. Peternakan

d. Perikanan



Pengembangan usaha pariwisata kini mulai bergeser ke arah wisata alam dan wisata edukasi.

Beberapa daerah bahkan telah menyiapkan paket agrowisata andalan yang mengemas promosi pertanian setempat.



Agrowisata bukan semata-mata sebagai bisnis di bidang jasa yang menjual pemandangan indah dan udara yang segar,

namun juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media pendidikan masyarakat,

memberikan signal bagi peluang pengembangan diversifikasi produk agribisnis dan berarti pula dapat

menjadi kawasan pertumbuhan baru wilayah.



Perkembangan pariwisata di suatu tempat, tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui suatu proses.

Proses itu dapat terjadi secara cepat atau lambat, tergantung dari berbagai

faktor eksternal (dinamika pasar, situasi politik, ekonomi makro) dan faktor eksternal di tempat

yang bersangkutan, kreatifitas dalam mengolah aset yang dimiliki, dukungan pemerintah dan masyarakat.



Bagi daerah yang memiliki tanah subur, panorama indah, mengembangkan agrowisata akan mempunyai manfaat ganda

apabila dibandingkan hanya mengembangkan pariwisata dengan obyek dan daya tarik keindahan alam, seni dan budaya.

Manfaat lain yang dapat dipetik dari mengembangkan agrowisata, yaitu disamping dapat menjual jasa dari

obyek dan daya tarik keindahan alam, sekaligus akan menuai hasil dari penjualan budidaya tanaman agro, sehingga

disamping akan memperoleh pendapatan dari sektor jasa sekaligus akan memperoleh pendapatan dari penjualan

komoditas pertanian.



Sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan sumber daya alam berlimpah, pengembangan industri agrowisata seharusnya

memegang peranan penting di masa depan. Pengembangan industri ini akan berdampak sangat luas dan signifikan dalam

pengembangan ekonomi dan upaya-upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Melalui perencanaan dan pengembangan yang tepat, agrowisata dapat menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi daerah. Pengembangan industri pariwisata khususnya agrowisata memerlukan kreativitas dan inovasi,

kerjasama dan koordinasi serta promosi dan pemasaran yang baik.

Pengembangan agrowisata berbasis kawasan berarti juga adanya keterlibatan unsur-unsur wilayah dan masyarakat secara intensif.