Kembang api


Jumat, 19 Juli 2019

LAGU BELITUNG - ABANG GAOK VOC.DIANA (KEMBUJA BERSAUT)





Subscribe disini

Untuk dapatkan video kami

=====================================================

Abang Gaok



sape ken itu?

nokmerik salam la tenga dalu

ati..lacene

akulum tau sape..nok datang ..



ai ya ... nang abang

ladalu-dalu ngape kesinek?nangkuang

isok..malu kun urang dikiri bela.. .



mimang kitu ke ... mun urang

gaok..tengigau-ngigau ..

Nangkuang ngetaan biarpun

mate berangin-rangin ...

USAbegado..minggak sebulan

Kite kan tunggu

Dak kemane mun mimang judo abang kun

aku

(bernAdunla ...)(bebiakan

Agik nunggu selai

dinding be gawai gede ..



Music



.ai ya ... nang abang

ladalu-dalu ngape kesinek?nangkuang

isok..malu kun urang dikiri bela.. .

mimang kitu ke

Mun urang gaok..tengigau-ngigau ..

Nangkuan ngetaan biarpun

mate berangin-rangin ...

USAbegado..minggak sebulan

Kite kan tunggu Dak kemane

mun mimang judo abang kun aku

..(berandunla ...)(bebiakanla ...)

Agiknunggu selai dinding

begawai ... gede ..

Agiknungg selai dinding

begawai ... gede ..

====================================================

Berikan Like,Share dan Komentar anda untuk membantu kami mengembangkan Channel ini. Segala bentuk partisipasi anda merupakan sesuatu yang tak ternilai bagi kami..



Salam Persahabatan dan Persaudaraan



Admin Multi Media Belitung

FESTIVAL DESA WISATA 2019 BELITUNG





Festival Desa Wisata di Pendopo Tanjung Kelayang, Kamis 18 Juli 2019. Festival diselenggarakan



Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung berlangsung  18 Juli hingga 21 Juli 2019 diikuti 15 Desa



Wisata yang ada di Kabupaten Belitung. Kegiatan bertujuan mempromosikan produk unggulan dan



menyampaikan potensi desa masing-masing.

Selasa, 16 Juli 2019

BEREBUT LAWANG BELITUNG (KEMBUJA BERSAUT)

Masyarakat Belitung memiliki satu tradisi beradu pantun yang biasa disebut berebut lawang.



Sama seperti palang pintu Tradisi Masyarakat Betawi, dalam tradisi ini pihak perwakilan mempelai laki-laki harus berani beradu pantun dengan pihak mempelai wanita agar diberikan izin untuk memasuki rumah sang calon istri.



Dalam berebut lawang, pihak mempelai laki-laki harus melewati tiga pos yang sudah dibuat oleh pihak wanita. Pertama, saat hendak memasuki halaman rumah sang mempelai wanita, perwakilan laki-laki sudah dihadang oleh wakil mempelai wanita. Di sini, beradu pantun sudah dimulai dan biasanya berisi pantun yang mengenalkan calon suami dan keluarganya ke pihak calon istri.



Sukses melewati pos pertama, rombongan dihadang kembali di pos kedua tepat di depan pintu masuk rumah mempelai wanita. Sama seperti di pos pertama, di sini pihak perwakilan laki-laki kembali dihadang dan melancarkan pantun berisi ucapan salam kepada sang pemilik rumah.



Pos ketiga atau pos terakhir yang harus dilewati perwakilan mempelai ada di depan kamar mempelai wanita. Di sini, pantun kembali dilancarkan agar sang mempelai laki-laki diberikan izin masuk ke dalam kamar menemui calon istrinya.



Tidak hanya melancarkan pantun, di setiap pos, pihak perwakilan mempelai laki-laki juga harus memberikan ‘uang perayu’ kepada perwakilan mempelai wanita. Uang ini sebagai syarat agar diberikan izin melewati pos-pos tersebut. Uang yang diberikan tidak menjadi milik pengantin wanita. Uang tersebut digunakan untuk membantu kelancaran jalannya pernikahan.



Oleh perwakilan mempelai wanita, ‘uang perayu’ tersebut akan diberikan kepada beberapa pihak. ‘Uang perayu’ yang didapat di halaman rumah akan diberikan kepada tukang masak nasi dalam pernikahan tersebut. ‘Uang perayu’ yang diterima di depan rumah akan diberikan kepada ketua hajatan. Terakhir, ‘uang perayu’ akan diserahkan kepada tukang rias kedua mempelai atau biasa disebut Mak Inang.




Senin, 15 Juli 2019

LAGU BELITUNG"LEJUK" (KEMBUJA BERSAUT)





Lagu Belitung "Lejuk"



Lejuk la rase de dalam ati

Tekenang kampong nok jaoh

La jaoh dari pandangan mate

Belitong nok puake

Kaluk tekenang nok barik barik

Tika dirik agik kecik

Becangek bemain de bang ume

Kan kawan kan sedare

Kitute semue la jaoh

Rase la gaok bang dade

Se bile agik kan betemu

Mun dirik nela makin jaoh

Lejuk la rase de dalam ati

Tekenang kampong nok jaoh

La jaoh dari pandangan mate

Belitong nok puake

Kaluk tekenang nok barik barik

Tika dirik agik kecik

becangek bemain de bang ume

Kan kawan kan sedare

Kiitute semue la jaoh

Rase la gaok bang dade

se bile agik kan betemu

mun dirik nela makin jaoh

Lejuk la rase de dalam ati

Tekenang kampong nok jaoh

La jaoh dari pandangan mate

Belitong nok puake

la jaoh dari pandangan mate

Beitong nok puake,,,

CAMPAK "KEMBUJA BERSAUT"





ari campak masuk ke Belitung melalui Pulau Seliu pada abad ke-18, dibawa oleh seorang penari bernama Nek Campak. Perlahan-lahan, campak pun berkembang menjadi tari pergaulan yang mengasyikkan dan menarik minat masyarakat Belitung untuk menyaksikannya.



Kesenian campak dapat dibagi menjadi dua, yakni campak darat dan campak laut. Jika campak darat dijadikan tari pergaulan, maka campak laut yang dibawa masyarakat Suku Sawang merupakan tari gembira yang diikuti dengan nyanyian dan dilakukan berpasang-pasangan.



Campak Darat



Tari campak merupakan tari khas dari masyarakat pulau Belitung yang merupakan tari hiburan bagi semua lapisan masyarakatnya. Tari ini dibawakan oleh dua atau empat orang penari wanita diiringi oleh penari pria secara bergantian. Peria yang ingin turun menari harus meberi imbalan berupa uang yang dicampakan disuatu tempat/kaleng yang disediakan didepan penari wanita, dari sinilah lahir nama campak. Biasanya dalam tarian ini diselingi dengan pantun berbalas diantara penari pria dan wanita sehingga tarian ini akan sangat meriah dan ceria. Sebagai alat pengiring tari campak berupa tawak-tawak, gendang dan biola.