Kembang api


Senin, 09 Januari 2017

ALAT - ALAT OPTIK

1. MATA

Mata manusia sebagai alat indra penglihatan dapat dipandang sebagai alat optik yang sangat penting bagi manusia.

 












Bagian-bagian mata menurut kegunaan fisis sebagai alat optik :
A.   Kornea merupakan lapisan terluar yang keras untuk melindungi bagian-bagian lain dalam mata yang halus dan lunak.
B.    Aqueous humor (cairan) yang terdapat di belakang kornea fungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk ke dalam mata.
C.    Lensa terbuat dari bahan bening (optis) yang elastik, merupakan lensa cembung berfungsi membentuk bayangan.Iris (otot berwarna) membentuk celah lingkaran yang disebut pupil.
D.   Pupil berfungsi mengatur banyak cahaya yang masuk ke dalam mata. Lebar pupil diatur oleh iris, di tempat gelap pupil membuka lebar agar lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata.
E.    Retina (selaput jala) terdapat di permukaan belakang mata yang berfungi sebagai layar tempat terbentuknya bayangan benda yang dilihat. Bayangan yang jatuh pada retina bersifat : nyata, diperkecil dan terbalik.
F.     Bintik buta merupakan bagian pada retina yang tidak peka terhadap cahaya, sehingga bayangan jika jatuh di bagian ini tidak jelas/kelihatan, sebaliknya pada retina terdapat bintik kuning.

Permukaan retina terdiri dari berjuta-juta sel sensitif, ada yang berbentuk sel batang berfungsi membedakan kesan hitam/putih dan yang berbentuk sel kerucut berfungsi membedakan kesan berwarna.Otot siliar (otot lensa mata) berfungsi mengatur daya akomodasi mata.
Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke permukaan retina. Oleh sel-sel yang ada di dalam retina, rangsangan cahaya ini dikirimkan ke otak. Oleh otak diterjemahkan sehingga menjadi kesan melihat.

Daya Akomodasi Mata.

Perlu diketahui bahwa jarak antara lensa mata dan retina selalu tetap. Sehingga dalam melihat benda-benda pada jarak tertentu perlu mengubah kelengkungan lensa mata. Untuk mengubah kelengkungan lensa mata, yang berarti mengubah jarak titik fokus lensa merupakan tugas otot siliar. Hal ini dimaksudkan agar bayangan yang dibentuk oleh lensa mata selalu jatuh di retina. Pada saat mata melihat dekat lensa mata harus lebih cembung (otot-otot siliar menegang) dan pada saat melihat jauh lensa harus lebih pipih (otot-otot siliar mengendor). Peristiwa perubahan-perubahan ini disebut daya akomodasi.

Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan atau memipihkan kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat. Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :
1.     Titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak benda terdekat di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm (untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak baca normal.
2.     Titik jauh mata (punctum remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah “tak terhingga”.

2.Kamera


















Kamera digunakan manusia untuk merekam kejadian penting atau kejadian yang menarik. Banyak jenis dan model kamera dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kamera yang dipakai wartawan berbeda dengan yang dipakai fotografer. Kamera video dipakai dalam pengambilan gambar untuk siaran televisi atau pembuatan film. Kamera elektronik (autofokus) lebih mudah dipakai karena tanpa pengaturan lensa. Dewasa ini sudah ada kamera digital yang data gambarnya tidak perlu melalui proses pencetakan melainkan dapat dilihat atau diolah melalui komputer.

Bagian-bagian kamera mekanik (bukan otomatis) menurut kegunaan fisis : lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda yang difoto diafragma berfungsi untuk membuat sebuah celah/lubang yang dapat diatur luasnya aperture yaitu lubang yang dibentuk diafragma untuk mengatur banyak cahaya shutter pembuka/penutup “dengan cepat” jalan cahaya yang menuju ke pelat film pelat film berfungsi sebagai layar penangkap/perekam bayangan.Setiap benda yang di foto, terletak pada jarak yang lebih besar dari dua kali jarak fokus di depan lensa kamera, sehingga bayangan yang jatuh pada pelat film memiliki sifat nyata, terbalik dan diperkecil. Untuk memperoleh bayangan yang tajam dari benda-benda pada jarak yang berbeda-beda, lensa cembung kamera dapat digeser ke depan atau ke belakang.

3. Lup (kaca pembesar)















Lup (kaca pembesar) dipakai untuk melihat benda-benda kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Oleh tukang arloji, lup dipakai agar bagian jam yang diperbaikinya kelihatan lebih besar dan jelas. Oleh siswa saat praktikum biologi, lup dipakai untuk mengamati bagian hewan atau tumbuhan agar kelihatan besar dan jelas.

Sebagai alat optik, lup berupa lensa cembung tebal (berfokus pendek). Sifat bayangan yang diharapkan dari benda kecil yang dilihat dengan lup adalah tegak dan diperbesar. Orang yang melihat benda dengan menggunakan lup akan mempunyai sudut penglihatan (sudut anguler) yang lebih besar daripada orang yang melihat dengan mata biasa. Ada dua cara memakai lup, yaitu dengan mata tak berakomodasi dan mata berakomodasi.


Melihat dengan mata tak berakomodasi
Untuk melihat tanpa berakomodasi maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak berhingga. Benda yang dilihat harus diletakkan tepat pada titik fokus lup. Perhatikan Gambar dibawah !

Keuntunganya adalah untuk pengamatan lama mata tidak cepat lelah, sedangkan kelemahannya dari segi perbesaran berkurang. Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar.
Perbesaran anguler yang didapatkan adalah :
           
Keterangan :
M = perbesaran lup
PP= titik dekat mata
f = jarak titik fokus lensa

Melihat dengan mata berakomodasi
Agar mata dapat melihat dengan berakomodasi maksimum, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa harus berada di titik dekat mata (PP). Benda yang dilihat harus terletak antara titik fokus dan titik pusat sumbu lensa.Perhatikan Gambar di bawah !

Kelemahannya untuk pengamatan lama mata cepat lelah, sedangkan keuntungannya dari segi perbesaran bertambah.
Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar.
Perbesaran anguler yang didapatkan adalah :
Keterangan :
M = perbesaran lup
PP= titik dekat mata
f = jarak titik fokus lensa

4. Teropong (Teleskop)

















A. Teropong bintang

Teropong bintang disebut juga teropong astronomi.
- terdiri dari 2 buah lensa cembung.
- jarak fokus lensa obyektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler.

Dasar Kerja Teropong
Obyek benda yang diamati berada di tempat yang jauh tak terhingga, berkas cahaya datang berupa sinar-sinar yang sejajar. Lensa obyektif berupa lensa cembung membentuk bayangan yang bersifat nyata, diperkecil dan terbalik berada pada titik fokus.

Bayangan yang dibentuk lensa obyektif menjadi benda bagi lensa okuler yang jatuh tepat pada titik fokus lensa okuler.

Penggunaan dengan mata tidak berkomodasi
Untuk penggunaan dengan mata tidak berkomodasi, bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh di titik fokus lensa okuler.

Perbesaran anguler yang diperoleh adalah :
M = f (ob) / f (ok)
Panjang teropong adalah :
M = f (ob) + f (ok)
Penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal
Untuk penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh diantara titik pusat bidang lensa dan titik fokus lensa okuler.
Perbesaran anguler dapat diturunkan sama dengan penalaran pada pengamatan tanpa berakomodasi dan didapatkan :
M = f (ob) / So (ok)
Panjang teropong adalah :
M = f (ob) + So (ok)

B.  Teropong Bumi


















Teropong bumi disebut juga teropong medan.
Terdiri dari 3 buah lensa cembung yaitu lensa obyektif, lensa okuler dan lensa pembalik.

Dasar Kerja Teropong Bumi :
Lensa obyektif membentuk bayangan bersifat nyata, terbalik dan diperkecil yang jatuh pada fob.
Bayangan dibentuk oleh lensa obyektif menjadi benda bagi lensa pembalik jatuh pada jarak 2f pembalik sehingga terbentuk bayangan pada jarak 2f pembalik juga yang bersifat nyata, terbalik, dan sama besar .
Dengan adanya lensa pembalik panjang teropong dirumuskan menjadi :

d = f (ob) + 4f (pembalik) + f (ok)

Lensa pembalik berfungsi untuk membalikkan arah cahaya sebelum melewati lensa okuler, lensa okuler berfungsi seperti lup membentuk bayangan bersifat maya, tegak, dan diperbesar.
Adanya lensa pembalik tidak mempengaruhi perbesaran akhir, bayangan akhir bersifat maya, tegak dan diperbesar dengan perbesaran :
M = d = f (ob) / f (ok)

C. Teropong prisma (binokuler)


















Teropong prisma terdiri atas dua pasang lensa cembung (sebagai lensa objektif dan lensa okuler) dan dua pasang prisma kaca siku-siku samakaki. Sepasang prisma yang diletakkan berhadapan, berfungsi untuk membelokkan arah cahaya dan membalikkan bayangan.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik. Bayangan nyata dari lensa objektif menjadi benda bagi lensa okuler. Sebelum dilihat dengan lensa okuler, bayangan ini dibalikkan oleh sepasang prisma siku-siku sehingga bayangan akhir dilihat maya, tegak, dan diperbesar. Perbesaran bayangan yang diperoleh dengan memakai teropong prisma sama dengan teropong bumi.Beberapa keuntungan praktis dari teropong prisma dibandingkan teropong yang lain :
1.     Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.

2.     Dapat dibuat pendek sekali, karena sinarnya bolak-balik 3 kali melalui jarak yang sama (dipantulkan 4 kali oleh dua prisma).
3.     Daya stereoskopis diperbesar, dua mata melihat secara bersamaan
4.     Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak.

D. Teropong pantul astronomi .

Teropong pantul terdiri dari sebuah cermin cekung berjarak fokus besar sebagai cermin objektif, sebuah lensa cembung sebgai lensa okuler dan sebuah cermin datar sebagai pembelok arah cahaya dari cermin objektif ke lensa okuler.

E. Teropong panggung
Teropong panggung terdiri dari dua lensa, yaitu :
- lensa obyektif berup lensa cembung
- lensa okuler berupa lensa cekung

Dasar kerja dari teropong panggung
Sinar-sinar sejajar yang masuk ke lensa obyektif membentuk bayangan tepat di titik fokus lensa obyektif. Bayangan ini akan berfungsi sebagai benda maya bagi lensa okuler. Oleh lensa okuler dibentuk bayangan yang dapat dilihat oleh mata. Perlu diketahui bahwa bayangan yang dibentuk lensa okuler adalah tegak.
Perhatikan diagram dari proses terbentuknya bayangan benda pada gambar berikut.

Dari gambar diatas untuk pengamatan tanpa berakomodasi), maka panjang teropong adalah :
d = f (ob) - f (ok)

Perbesaran anguler yang didapatkan adalah sama dengan perbesaran pada teropong bintang ataupun juga teropong bumi.
M = f (ob) / f (ok)

5. Episkop




















Pengertian dan Fungsi Episkop

Episkop alat optik untuk memproyeksikan image buram pada bidang yang datar, seperti kartupos, foto, halaman buku-buku, tetapi juga dapat menampilkan obyek 3 demensi ke layar,seperti koin, serangga dan dedaunan. obyeknya biasanya ditempatkan terbalik/ sungsang,kebanyakan di belakang lentera, kadang-kadang pada bawah atau atas lentera, gambar akanditampilkan berbalik kembali oleh lensa proyeksi. Amat sangat ringan, sering dari dua sumber,sinari benda dari sisi. bagian dari cahaya yang ter-refleksi melewati lensa yang memproyeksikangambar pada layar.
Episkop adalah sebuah PROYEKTOR yang digunakan untuk menampilkan dua sisi slide danobyek transparan. Kombinasi dari fungsi-fungsi yang diciptakan oleh episkop sangat idealdigunakan pada sekolahan.
Episkop sederhana, Gebr?ing, Nuremberg c. 1900. memilik tempat kartu dibelakang dapatdigeser kesamping agar mencapai sinaran lampu. Sinaran lampu dipantulkan oleh cermin daridalam. kaleng tipis buatan jepang dengan panjang pipa saluran bercat merah dan lambang µGBNBavaria diatapnya. Dimensi: 13 x 7.5 x 6 inches (33 x 19 x 14.5 cm).
Salah satu epodiaskop yang paling terkenal adalah µJanus dibuat oleh Ed. Liesegang, tahun1925, D?orf, Germanyc. Versi improvasinya adalah µTrajanus, dilengkapi dengan dua lampumenjadikannya lebih baik daripada satu lampu. Obyek transparan atau gambarnya ditaruhkan pada lempengan besi tipis pada bagian bawah lentera, yang mana dapat digerakan keatas dan bawah dengan menggunakan sistem yang cerdas yang dapat menahan lempengan besinya selalu pada posisi horisontal.
Lentera pertama yang digunakan untuk memproyeksikan pantulan gambar dari kertas gulung yang dipatenkan oleh German magic lantern manufacturer J. Bischof pada tahun 1879. Pada tahun 1890 beberapa magic lanterns mulai diproduksi untuk digunakan sebagaitranslucent celluloid filmstrips. France c. 1890 pembuatnya tidak diketahui. Mungkin Magic Lantern pertama yang cukup cakap dan fleksibel, dalam mengolah gambar.
Sisi timbul karakter komedia dell’Arte dan gambar phantasmogoria mendekorasi lentera ini filmstrip harus di tempatkan didalam lentera dan di operasikan oleh pengengkol yang timbul disisi samping kotak lentera. Filmstrip ini terlihat untuk menjadi bahan plastik selulose, yang tersambung dengan tepi kain.

6. Teleskop



















Contoh bentuk teropong bintang

Teleskop atau teropong bintang digunakan untuk memperbesar benda yang sangat jauh letaknya. Pada kebanyakan kasus di dalam penggunaan teleskop, benda bisa dianggap berada pada jarak tak berhingga. Galileo, walaupun bukan penemu teleskop, ia mengembangkan teleskop menjadi instrumen yang penting dan dapat digunakan. Galileo merupakan orang pertama yang meneliti ruang angkasa dengan teleskop, dan ia membuat penemuan-penemuan yang mengguncang dunia, di antaranya satelit-satelit Jupiter, fase Venus, bercak matahari, struktur permukaan bulan, dan bahwa galaksi Bimasakti terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang individu.


Teropong bintang adalah teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda langit, seperti bintang, planet, dan satelit. Nama lain teropong bintang adalah teropong astronomi. Ditinjau dari jalannya sinar, teropong bintang dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bias dan teropong pantul.
Secara garis besar, teleskop atau teropong bintang (teropong astronomi) dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu teleskop pembias (Keplerian) dan teleskop pemantul.

Teleskop Pembias (Keplerian)

Teropong bias terdiri atas dua lensa cembung, yaitu sebagai lensa objektif dan okuler. Sinar yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh lensa. Oleh karena itu, teropong ini disebut teropong bias. Teleskop pembias terdiri dari dua lensa konvergen (lensa cembung) yang berada pada ujung-ujung berlawanan dari tabung yang panjang, seperti diilustrasikan pada gambar berikut.


Diagram pembentukan bayangan pada teleskop pembias
Teleskop Pemantul
Karena jalannya sinar di dalam teropong dengan cara memantul maka teropong ini dinamakan teropong pantul. Pada teropong pantul, cahaya yang datang dikumpulkan oleh sebuah cermin melengkung yang besar. Cahaya tersebut kemudian dipantulkan ke mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih kecil.


Pembentukan bayangan pada teropong pantul
Sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk membuat teleskop pembias (teleskop astronomi) berukuran besar diperlukan konstruksi dan pengasahan lensa besar yang sangat sulit. Untuk mengatasi hal ini, umumnya teleskop-teleskop paling besar merupakan jenis teleskop pemantul yang menggunakan cermin lengkung sebagai objektif, gambar dibawah, karena cermin hanya memiliki satu permukaan sebagai dasarnya dan dapat ditunjang sepanjang permukaannya.


Cermin cekung digunakan sebagai objektif pada teleskop astronomi
Keuntungan lain dari cermin sebagai objektif adalah tidak memperlihatkan aberasi kromatik karena cahaya tidak melewatinya. Selain itu, cermin dapat menjadi dasar dalam bentuk parabola untuk membetulkan aberasi sferis. Teleskop pemantul pertama kali diusulkan oleh Newton. Biasanya lensa atau cermin okuler, tampak seperti pada gambar diatas dipindahkan sehingga bayangan nyata yang dibentuk oleh cermin objektif dapat direkam langsung pada film.

7. Periskop


















Periskop adalah alat optik yang digunakan pada kapal selam untuk melihat permukaan laut. Kapal selam perlu melihat keadaan permukaan laut sebelum kapal selam tersebut muncul mengapung di permukaan. Periskop terdiri atas dua buah lensa cembung dan dua buah prisma siku-siku sama kaki. 

Menurut wikipedia:
Periskop merupakan alat optik untuk mengamati suatu objek dari posisi tersembunyi. Periskop sederhana dapat dibuat dengan menggunakan tabung yang diberikan cermin paralel yang saling berhadapan dengan sudut 45° pada setiap sisinya. Periskop sederhana sering digunakan sebagai alat untuk melihat ketika dihalangi kerumunan orang. Periskop yang canggih biasa ditemukan pada kendaraan tempur lapis baja dan kapal selam.



 

Bagian-bagian dari periskop:
1 - Eyepiece
2 - Diagonal prism
3 - Handle
4 - 6 - Erecting lenses
5 - Periscope tube
7 - Field lens
8 - Lens
9 - Head diagonal prism
10 - Window

       Teknologi tepat guna akan terus bertembang secara bertahap pada masyarakat. Teknologi ini akan diterima senada dengan tingkat kebutuhan serta kemampuan mereka dalam kenaikan jenjang taraf hidup. Itulah mengapa perlu adanya teknologi tepat guna. Sosialisasi ini bukan hanya sebagai media pengenalan namun juga sebagai pemantik guna menumbuhkan minat dan ketertarikan mereka akan teknologi tepat guna. Perlu sebuah cara yang efektif serta efisien agar masyarakat makin mengenal dengan teknologi tepat guna.
       Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat belum menggunakan teknologi tepat guna. Diantaranya adalah masyarakat masih asing dan belum akrab dengan kegunaan teknologi tepat guna. Sebab mereka telah memiliki teknologi sendiri sebelumnya. Selain itu, mereka tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Ada sebuah paradigma jika keberadaan teknologi tepat guna banyak membawa beban dibandingkan manfaat. Teknologi tepat guna yang ditawarkan diyakini tidak cocok dengan masyarakat. Pemerintah harus mampu menyakinkan jika teknologi tepat guna ini lebih baik dan bahkan mampu mengubah kesejahteraan dan taraf hidup mereka.

Menumbuhkan Teknologi Tepat Guna pada Masyarakat
Struktur Teks
Paragraf
Tesis
Teknologi tepat guna akan terus berkembang secara bertahap pada masyarakat. Teknologi ini akan diterima masyarakat karena tingkat kebutuhan serta kemampuan mereka dalam kenaikan jenjang hidup. Di samping itu, teknologi tepat guna berbiaya murah dan dapat dilakukan oleh sebagian masyarakat. 
Argumentasi
Faktor lain yang menyebabkan teknologi tepat guna diperlukan masyarakat adalah sebagai berikut.

Pertama, perawatan teknologi tepat guna dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan bahan baku yang tersedia di pedesaan. Perawatan teknologi tepat guna tidak memerlukan bahan baku impor yang biasanya juga membutuhkan biaya yang tinggi.

Kedua, tidak membutuhkan pengetahuan yang rumit dalam penerapan teknologi tepat guna. Pemanfaatan teknologi tepat guna memanfaatkan keterampilan yang sudah ada atau kerterampilan yang mudah pemindahannya, serta sejauh mungkin mencegah latihan ulang yang sukar dilakukan, mahal dan memakan waktu.

Ketiga, dengan adanya teknologi tepat guna, maka masyarakat akan mendapat kemudahan dalam berbagai bidang yang lebih efisien dan efektif. Teknologi yang ada, seyogyanya dapat membuat kegiatan yang mereka lakukan akan lebih sederhana dan mudah.

Keempat. teknologi tepat guna sangat ramah lingkungan dan tidak cenderung merusak potensi desa. Penggunaan teknologi tepat guna memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan baku yang di import.

Penegasan
Berdasarkan alasan dan uraian itu, kita tidak ragu lagi bahwa teknologi tepat guna sangat diperlukan oleh masyarakat, terutama masyarakat perdesaan. Hal itu didukung pada kenyataan bahwa masyarakat yang menerapkan teknologi itu bisa memperbaiki taraf hidupnya.




Contoh Teks Eksplanasi Gerhana Bulan
Berikut contoh teks penjelasan mengenai gerhana bulan beserta bagaimana proses terjadinya gerhana bulan yang indah itu :
Gerhana Bulan
1. Pernyataan Umum (Pembuka)
Dalam pernyataan umum, biasanya berisi tentang pernyataan terhadaap tema atau topik yang diangkat, dan biasanya singkat supaya tidak membosankan. Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan. Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°. Akan ada saat dimana terjadi perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Nah, gerhana bulan akan terjadi apabila bulan beroposisi dengan titik nude tersebut. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.

2. Deretan Penjelas (Isi)
Pada bagian isi, kalian akan diberi penjelasan secara rinci tentang proses fenomena gerhana bulannya. Dan ini saling berkaitan. Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi. Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat. Untuk mengamati gerhana bulan, dapat Anda lakukan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Pada saat terjadi gerhana bulan, umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).

3. Penutup (Interpretasi)
Pada bagian penutup dijelaskan kesimpulan atau inti dari penjelasannya, untuk bagian penutup sendiri sebenarnya tidak wajib ada. Namun supaya lebih paham untuk pembaca, sebaiknya disertakan. Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.




TEKS CERPEN
PENGORBANAN SANG KAKAK SIPUT


            Terdapat sebuah rumah kecil dari pepohonan. Rumah itu milik keluarga Siput. Ada Popo, Mami,Flo,dan Dyo. Popo dan Mami adalah orang tua dari Flo, dan Dyo. Rumah kecil ini terletak di hutan. Bergabung dengan rumah-rumah hewan lain. Tentang wilayah, jelas wilayah dibedakan karena mengingat jenis hewan itu bervariasi. Wilayah untuk hewan buas dipisahkan dan dibatasi sangat jauh dari hewan-hewan lunak yang mungkin akan menjadi buruannya. Sedangkan hewan herbivora, berdekatan dengan wilayah hewan lunak. Hewan lunak seperti siput,semut,keong,kura-kura dll.
            Flo adalah anak sulung. Maka Flo lah yang harus sering mengalah. Sedangkan Dyo, dia adalah siput bungsu. Sifatnya masih kekanakan dan sering tak mau mengalah, dan pastinya Dyo selalu dipercaya dan dibela oleh siput Popo dan Mami.         
            Disuatu pagi yang cerah. Terlihat Siput Flo sedang membantu ibunya Mami. Membantu untuk menyusun makanan hasil mencari nya pada saat waktu subuh tadi.
“Flo. Bangunkan Dyo. Suruh dia ikut membantu mencari makanan untuk nanti siang.”perintah Mami pada Flo. Flo tak berkata apa-apa dia langsung saja menghampiri Dyo.
“Dyo. Bangun! Ibu menyuruhmu! Ayo!”ucap Flomembangunkan Dyo. Tapi Dyo tetap pura-pura tak mendengar. Karena sebenarnya Flo tau bahwa Dyo sudah terbangung. Makanya Flo terus mendesak.
“Dyo! Cepat!”
“Apa kau tak mau sarapan pagi?”
“Siput Ibu Mami dan Aku tadi sudah mencari makanan untuk kita semua...”
“Ayo Dyo bangun! Aku tau kau sudah bangun!”
“Ibu dan Ayah Popo sudah menunggu! Cepatlah!...”
Flo terus mengoceh agar Dyo mau menuruti perintah ibunya yang tadi diamanatkan padanya. Flo tak menyerah begitu saja apabila hanya diabaikan.
“Sudahlah! Siapa kau mengaturku!”bentak Dyo. Memang Flo dan Dyo tak pernah akur dan rukun. Dyo merasa dirinya tersaingi oleh Flo.
“Aku hanya menyampaikan amanat Ibu Mami Dyoo.... ayolah bangun pemalas sekali”cibir Flo. Cibiran itu hanya bercanda, tapi sepertinya Dyo menganggap serius. Ia pergi meninggalkan Flo dengan mencoba sekuat tenaga agar ia bisa berjalan secara cepat. Seharusnya Dyo menyadari. Dia adalah seekor siput. Seekor siput memang sudah ditakdirkan dan memang sudah kodratnya dia itu lambat. Flo hanya diam, dan tak lama kemudian ia menyusul Dyo dengan berjalan tenang. Flo mengerti dan sudah sangat paham akan sifat Dyo yang memang menyebalkan dan terkadang memancing emosi.
            Siput Popo,Mami,Dyo dan Flo sudah berkumpul. Mereka sudah berunding dan sepakat untuk mencari makanan masing-masing baru nanti dikumpulkan dan dimakan bersama. Mereka mulai mencari makanan nanti pada saat hari mulai cerah, sekitar pukul 9 pagi.
            Siput Popo dan Mami sudah mempersiapkan peralatan untuk mencari makanan. Flo sedang menyiapkan beberapa kantung untuk mewadahi makanan yang ia dapat nanti. Sedangkan, Dyo dia hanya diam bermalas-malasan di luar jauh dari rumah. Yang lain sedang sibuk bersiap karena hari telah mulai menjelang pukul 9, tapi Dyo belum kembali ke rumah. Padahal Dyo ditugaskan mencari makanan bersama Flo. Sedari tadi Flo menunggu Dyo.
“Kemana Dyo? Apa dia belum kembali Flo?”tanya siput Mami pada Flo yang sedari tadi sibuk melihat lihat sekitar seperti mencari sesuatu. Ya memang Flo sedang mencari Dyo.
“Belum siput Mami.”jawab Flo.
“Ya sudah, siput Popo dan Mami pergi terlebih dahulu? Tak apa?”tanya siput Popo. Popo lalu melirik Mami dan Flo bergantian.
  

“Ya. Tak apa. Aku akan menunggu Dyo,kasihan dia nanti mencari-cari. Sebaiknya, ibu siput Mami dan ayah siput Popo terlebih dahulu pergi mencari makanan, nanti hari terlanjur siang. Aku tak apa”jawab Flo seadanya. Ya memang, Flo dewasa dan bijak. Flo memikirkan dan mementingkan orang lain yang belum tentu orang itu mementingkan dirinya juga.
“Ya sudah. Hati-hati disini, “ucap siput Mami. Lalu siput Mami dan siput Popo segera berangkat membawa peralatan dan perlengkapan yang sudah disiapkan. Flo hanya membalas dengan senyuman. Flo tetap diam menunggu. Kemana Dyo? Itu yang Flo pikirkan sedari tadi.
            Setelah lama Flo menunggu akhirnya Dyo datang. Sekarang sudah pukul 9 pagi lebih 15 menit. Itu tandanya Flo dan Dyo sudah tidak displin dalam melaksanakan tugas yang mereka dapat. Pastinya  Ibu siput Mami dan Ayah siput Popo sudah banyak mendapat makanan. Sedangkan Flo dan Dyo belum satu pun. Flo segera mendekati Dyo dan bertanya.
“Kau dari mana Dyo? Aku sedari tadi menunggu”tanya Flo dengan raut wajah kesal.
“Aku? Aku bermain dengan para monyet dan kura-kura”jawab Dyo santai tanpa memerdulikan raut wajah kakaknya kesal.
“Ayolah! Kita bergegas mencari makanan. Kau tak mau kelaparan bukan saat siang nanti?”tanya sekaligus ajak Flo. Dyo mendengus kesal
“Kau saja! Aku tak mau!”tolak Dyo sambil akan melangkah pergi lagi.
“Jangan menghindar dari tugas Dyo! Apa kau mau Ibu Mami menghukum mu agar kau mencari makan tengah malam di hutan ini sendiri? Hiduplah dengan displin Dyo! Ayo ikut kakak!” Flo terus memaksa. Bagaimana pun tugas tetaplah tugas. Bukannya apabila tak mengerjakan tugas akan ada sanksi? Flo menganggap bahwa tugas adalah suatu tanggung jawab juga. Oleh karena itu tugas itu harus dikerjakan.
“Iya. Aku ikut! Kau menyebalkan”ucap Dyo pasrah. Bagaimana pun ucapan kakak nya –Flo- ada benarnya juga.
            Akhirnya setelah perdebatan kecil tadi, Flo dan Dyo segera pergi mencari makanan. Berkeliling hutan. Flo masih terus semangat mencari makanan sebanyak mungkin agar ada persediaan untuk makan malam nanti. Tapi Dyo hanya berjalan saja mengikuti . sudah 2 jam mereka mencari makanan saat nya mereka pulang, namun...
“Kau duluan saja kak! Aku ingin mencoba ke wilayah hutan buas.”ucap Dyo sok jagoan.
“Untuk apa kau pergi kesana?”tanya Flo. Flo sangat heran dengan kelakuan adiknya itu.
“Aku ingin menantang mereka. Kenapa mereka sangat ditakuti? Hanya hewan biasa seperti kita saja”jawab Dyo
“Kau tak boleh menyepelekan hewan lain seperti itu Dyo. Mereka sangat buas, mereka bisa saja memakanmu hidup hidup. Kau mau mati di tangan mereka? Kau tak kasihan pada ibu Mami? Kau tak perduli dengan ayah Popo? Kau tak kasihan padaku Dyo? Kalau kau mati di tangan mereka pasti aku sangat kehilangan mu begitu juga para keluarga siput lain. “ jelas Flo. Flo tak akan membiarkan Dyo menuruti egonya. Ego negatif nya, yang membuat ia merasa paling paling hebat dibanding para hewan buas/
“Kau tak usah banyak bicara kak! Tong kosong nyaring bunyinya. Banyak bicara tapi tak ada hasilnya! Percuma kakak menjelaskan dan menasihati ku. Aku yakin mereka tidak akan memakanku.”ucap Dyo si siput langsung pergi berbelok ke arah wilayah hewan-hewan buas dan berbisa. Flo bingung, bagaimana dengan nasib Dyo nanti, tapi.. apabila Flo mengikuti Dyo, bagaimana dengan makanan yang sudah dikumpulkan.
“Duh... bagaimana ini?”ucap Flo berbicara pada dirinya sendiri.
“Ah iya! Rumah monyet dekat sini bagaimana kalau aku titipkan saja makanan ini pada monyet” ucap Flo. Lalu, Flo berjalan sedikit menuju rumah monyet dan ia berkata titip makanannya sebentar, kalau bisa tolong antarkan pada rumah siput.
“baiklah siput. Aku antarkan saja ke rumah mu. Hati-hati menyusul adikmu.” Ucap monyet. Siput mengangguk. Siput Flo berjalan dengan tergesa-gesa dengan berusaha sekuat tenaga untuk berjalan bahkan berlalri secara cepat. Demi adiknya si siput Dyo.


            Siput Flo telah sampai di perbatasan wilayah hewan buas. Flo melihat kanan kiri mencari Dyo.
“Ya ampun Dyo! Nekad sekali dia!”ucap si siput Flo kaget. Ia melihat siput Dyo sedang mengganggu salah satu singa disana.
“Hey! Kau singa! Jangan ganggu adikku!” ucap siput Flo lantang. Sontak singa menoleh pada Flo. Menatap kilat tajam. Tapi nyali Flo tidak menjadi ciut. Singa masih diam di tempat. Tapi, siput Dyo malah menghampiri Flo.

“Apa apaan kau ini? Datang datang mericuhkan saja!” bentak siput Dyo
“ Aku? Hanya ingin menyelamatkanmu. Aku bertanggung jawab atas mu! Aku harus melindungi mu! Sadarlah Dyo Siput”ucap Flo siput tegas. Bagaimana pun Dyo Siput tetaplah tanggung jawabnya. Apalagi saat ini Dyo sedang bersamanya.
“alah! Kau hanya alas—“ ucapan Dyo Siput terpotong karena tiba-tiba Flo Siput menubruknya hingga terpental jauh. Daann..
‘KHAAM’
Singa melahap Flo siput. Dyo siput yang melihatnya sangat terkejut dan tidak menyangka. Dyo siput segera pergi dari kawasan itu dan pulang ke rumahnya. Segera memberi tahu orangtua dan keluarga siput lainnya.
Kakaknya. Flo Siput. Kini ia telah tiada. Ini semua salah Dyo yang tak mau menurut dan lengah. Ini salahku ini salahku!. Dyo siput terus mengulang-ulang kata itu ia sungguh merasa bersalah atas kelakuan dirinya sendiri.
            Saat Dyo siput sampai di rumahnya. Ia segera bercerita tentang itu semua. Keluarga nya sangat kaget bahkan banyak yang terisak. Dyo siput hanya bisa diam merenung.
“Ini semua salahku maafkan aku. Aku menyesal. Aku berjanji akan menurut, disiplin dan tak akan menyepelakan dan merendahkan hewan lain yang jelas lebih baik dan kuat dari keluarga siput ku aku menyesal. Sungguh aku sangat menyesal.” Batin Dyo siput. Kini tak ada lagi kakak yang cerewet menasihatiinya. Tak ada lagi yang mengatur ngrtur segala kegiatannya selan ibunya, tak ada lagi yang megingatkan tentang kedisiplinan. Tak ada kakak nya telah pergi. Sungguh mengenaskan. Pengorbanan seorang keluarga kakak siput. Untuk sang adik, demi adiknya selamat ia rela berkorban. Bahkan nyaawnya sendiri. Sungguh Flo siput sangat baik hati, dan Dyo siput sangat beruntung mempunyai kakak seperti Flo siput.


Tamat~~~
Struktur

ORIENTASI
            Terdapat sebuah rumah kecil dari pepohonan. Rumah itu milik keluarga Siput. Popo dan Mami adalah orang tua dari Flo, dan Dyo. Rumah kecil ini terletak di hutan sangat jauh sekali dengan kota kota, karena memang ini adalah hutan pedalaman. Rumah keluarga siput juga  bergabung dengan rumah-rumah hewan lain. Tentang wilayah, jelas wilayah dibedakan karena mengingat jenis hewan itu bervariasi. Wilayah untuk hewan buas atau karnivora dipisahkan dan dibatasi sangat jauh dari hewan-hewan lunak yang mungkin akan menjadi buruannya, ya seperti diketahui banyak hewan yang suka memburu hewan lain yang lebih lemah, kan kasihan. Sedangkan hewan herbivora, berdekatan dengan wilayah hewan lunak. Hewan lunak seperti siput,semut,keong,kura-kura dll.Flo adalah anak sulung. Maka Flo lah yang harus sering mengalah. Sedangkan Dyo, dia adalah siput bungsu. Sifatnya masih kekanakan dan sering tak mau mengalah, dan pastinya Dyo selalu dipercaya dan dibela oleh siput Popo dan Mami.           

KOMPLIKASI
            Masalah terjadi saat ibu Mami siput menyuruh Flo siput membangunkan adiknya yaitu Dyo siput, dan menyuruh Dyo siput untuk membantu mencari makanan untuk siang hari nanti. Tapi Dyo yang malas dan tidak disiplin itu malah menolak dan marah marah. Dan juga saat Dyo siput terlambat datang untuk menemani dan bertugas mencari makanan.


RESOLUSI
            Setelah Dyo siput berhasil dibujuk oleh kakaknya yitu Flo siput akhirnya ia mau ikut untuk mencari makanan. Tapi, masalah kembali ditimbulkan oleh Dyo siput yaitu, menjadi sok hebat dan menyepelekan singa dan hewn buas lainnya. Dan Dyo nekad pergi menantang, hingga akhirnya Flo siput menyusul Dyo siput dan mengorbankan nyawanya.

KODA
            Akhirnya, Dyo Siput menyadari bahwa dirinya egois, tidak patuh dan tidak disiplin. Dyo siput sangat sedih dan menyesal.

AMANAT

            Kita harus sayang pada keluarga dan orang-rang sekitar kita. Dan tidak menyia-nyiakan mereka. Agar tidak menyesal ketika kehilangan mereka yang baru kita sadari bahwa kita sayang pada mereka. Kita tidak boleh menganggap remeh orang lain. Kita harus disiplin agar bisa hidup lebih baik. Kita juga harus menuruti nasihat orang yang lebih tua dari kita, menghargai mereka dan menganggap ada mereka, dan juga tidak menentang perintah dan saran dari mereka selama itu baik.