Multi Tech Editing Video,Music,Photo,cetak undangan,kartu nama,Disgn logo,T-shirt dll.Warnet Browsing,Download,Chatting,Online,Game Online/off line dll Jl.Basuki Rachmat II no.09 Tanjungpandan Call.071922723-087896436036
Kembang api
Minggu, 29 September 2019
Kamis, 26 September 2019
CAMPAK KEMBUJA BESAUT "EMBER-EMBER'
Tari campak masuk ke Belitung melalui Pulau Seliu pada abad ke-18, dibawa oleh seorang penari bernama Nek Campak. Perlahan-lahan, campak pun berkembang menjadi tari pergaulan yang mengasyikkan dan menarik minat masyarakat Belitung untuk menyaksikannya.
Kesenian campak dapat dibagi menjadi dua, yakni campak darat dan campak laut. Jika campak darat dijadikan tari pergaulan, maka campak laut yang dibawa masyarakat Suku Sawang merupakan tari gembira yang diikuti dengan nyanyian dan dilakukan berpasang-pasangan.
Campak Darat
Tari campak merupakan tari khas dari masyarakat pulau Belitung yang merupakan tari hiburan bagi semua lapisan masyarakatnya. Tari ini dibawakan oleh dua atau empat orang penari wanita diiringi oleh penari pria secara bergantian. Peria yang ingin turun menari harus meberi imbalan berupa uang yang dicampakan disuatu tempat/kaleng yang disediakan didepan penari wanita, dari sinilah lahir nama campak. Biasanya dalam tarian ini diselingi dengan pantun berbalas diantara penari pria dan wanita sehingga tarian ini akan sangat meriah dan ceria. Sebagai alat pengiring tari campak berupa tawak-tawak, gendang dan biola....
Mohon maaf bila ada kesalahan kata dan susunan Bahasasa ataupun Perilaku yang tidak berkenan di Hati pemirsa ..Karena ini hanyalah Hiburan semata...Kalau jarum yang patah jangan simpan di dalam peti kalau ada kata yang salah jangan di simpan di dalam hati....
Selasa, 24 September 2019
DE ANYUT BADAI -MUSIK KREASI PULAU BELITUNG (PEKAN EKONOMI KREATIF II 20...
DE ANYUT BADAI
De anyut badai
merupakan cerita kearifan local yang berasal dari pulau seliu kabupaten
Belitung. Jadul ini diangkat dari kisah nyata pada tahun 1970. Pada saat itu
kapal pelayar masih menggunakan layar dan para pengangkut barang belayar dari
pulau Seliu menuju ke Jakarta. Pada saat mereka berlayar pulang dari Jakarta
menuju pulau seliu, mereka terhanyut badai sampai kepulau sumatera hamper satu
tahun lamanya. Keluarga yang tidak mendapatkan kabar merasa sangat khawatir dan
mengira para pelayar sudah meninggal dunia. Dibulan selanjutnya para pelayar
tiba-tiba kembali ke pulau seliu, para warga beserta keluarga sangat
terkejut sekaligus bahagia akan
kehadiran para pelayar.
merupakan cerita kearifan local yang berasal dari pulau seliu kabupaten
Belitung. Jadul ini diangkat dari kisah nyata pada tahun 1970. Pada saat itu
kapal pelayar masih menggunakan layar dan para pengangkut barang belayar dari
pulau Seliu menuju ke Jakarta. Pada saat mereka berlayar pulang dari Jakarta
menuju pulau seliu, mereka terhanyut badai sampai kepulau sumatera hamper satu
tahun lamanya. Keluarga yang tidak mendapatkan kabar merasa sangat khawatir dan
mengira para pelayar sudah meninggal dunia. Dibulan selanjutnya para pelayar
tiba-tiba kembali ke pulau seliu, para warga beserta keluarga sangat
terkejut sekaligus bahagia akan
kehadiran para pelayar.
Pada dasarnya
karya De Anyut Badai ini akan mengulas tentang kerinduan dan kegaduhan para
pelayar ketika terhanyut badai selama berbulan-bulan. Adapun salah satu aspek
kearifan local cerita rakyat sebagai fundamental konsep dan diinterpretasikan
kedalam beberapa lagu music lokal yang bersumber dari lagu campak berjudul
“Jambuk mira” dan satu lagu tentang kerinduan berasal dari pulau Belitung
berjudul “ malam berembun”
karya De Anyut Badai ini akan mengulas tentang kerinduan dan kegaduhan para
pelayar ketika terhanyut badai selama berbulan-bulan. Adapun salah satu aspek
kearifan local cerita rakyat sebagai fundamental konsep dan diinterpretasikan
kedalam beberapa lagu music lokal yang bersumber dari lagu campak berjudul
“Jambuk mira” dan satu lagu tentang kerinduan berasal dari pulau Belitung
berjudul “ malam berembun”
Jumat, 20 September 2019
PENUTUPAN TRADISI NIROK NANGGOK DI PULAU BELITUNG (DESA KEMBIRI) BAG-2 S...
Tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur atas segala Nikmat yang di berikan-Nya, yang dilakukan secara beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang Pemimpin atau Ketua Adaat dalam Suatu Desa.
Sebagian besar daerah di Indonesia,Mengalami beberapa Musim di antaranya musim kemarau di Pulau Belitung di tengah mengalami musim kemarau. Hanya satu-dua kali hujan turun dalam kurun Kurang lebih waktu 4 bulan terakhir. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat resah karena menyusutnya debit air, debu jalanan, serta maraknya resiko kebakaran lahan .
Namun, kemarau tak selalu menjadi keluhan. Bagi sebagian masyarakat Belitung, musim kemarau panjang justru menjadi berkah. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung yang menikmati berkah kemarau lewat tradisi "Nirok Nanggok" di Desa Kembiri.
Yang Pasti Lebih Seru dan Ramai desa yang ikut berpartisipasi dalam penutupan di tambah pembagian Hadiah bagi mereka yang menang...Seperti apa tradisi Nirok nanggok bagian II tersebut simak saja Video saya berikut ini...
Kamis, 19 September 2019
TRADISI NIROK NANGGOK DI PULAU BELITUNG (DESA KEMBIRI)
3
PEMBUKAAN TRADISI NIROK NANGGOK DI PULAU BELITUNG (DESA KEMBIRI) PART-1
Tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur atas segala Nikmat yang di berikan-Nya, yang dilakukan secara beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang Pemimpin atau Ketua Adaat dalam Suatu Desa.
Sebagian besar daerah di Indonesia,Mengalami beberapa Musim di antaranya musim kemarau di Pulau Belitung di tengah mengalami musim kemarau. Hanya satu-dua kali hujan turun dalam kurun Kurang lebih waktu 4 bulan terakhir. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat resah karena menyusutnya debit air, debu jalanan, serta maraknya resiko kebakaran lahan .
Namun, kemarau tak selalu menjadi keluhan. Bagi sebagian masyarakat Belitung, musim kemarau panjang justru menjadi berkah. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung yang menikmati berkah kemarau lewat tradisi "Nirok Nanggok" di Desa Kembiri.
Seperti apa tradisi Nirok nanggok tersebut simak saja Video saya berikut ini...
PEMBUKAAN TRADISI NIROK NANGGOK DI PULAU BELITUNG (DESA KEMBIRI) PART-1
Tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur atas segala Nikmat yang di berikan-Nya, yang dilakukan secara beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang Pemimpin atau Ketua Adaat dalam Suatu Desa.
Sebagian besar daerah di Indonesia,Mengalami beberapa Musim di antaranya musim kemarau di Pulau Belitung di tengah mengalami musim kemarau. Hanya satu-dua kali hujan turun dalam kurun Kurang lebih waktu 4 bulan terakhir. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat resah karena menyusutnya debit air, debu jalanan, serta maraknya resiko kebakaran lahan .
Namun, kemarau tak selalu menjadi keluhan. Bagi sebagian masyarakat Belitung, musim kemarau panjang justru menjadi berkah. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung yang menikmati berkah kemarau lewat tradisi "Nirok Nanggok" di Desa Kembiri.
Seperti apa tradisi Nirok nanggok tersebut simak saja Video saya berikut ini...
Senin, 16 September 2019
TARI SEPEN BELITUNG ( SANGGAR PELANDOK LAKI )
Tari Sepen Persembahan dari Sanggar Pelandok Laki dalam acara Ekonomi Kreatif II tahun 2019 di pulau Belitung.
Sekilas Tari Sepen Belitung..
Tari Sepen adalah tarian tradisional masyarakat kepulauan Belitung yang di dalamnya terdapat unsur gerakan pencak silat. Tarian ini merupakan tari tradisional dari daerah Bangka Belitung yang sangat kental akan budaya melayu, baik dari segi kostum, pengiring dan beberapa gerakan di dalamnya. Tari Sepen ini biasanya ditampilkan sebagai tarian selamat datang pada acara penyambutan tamu besar yang datang kesana.
Gerakan Tari Sepen
Gerakan pada Tari Sepen ini lebih mengutamakan kelincahan pada gerakan tangan dan kaki. Setiap gerakan pada tarian ini tentu mempunyai makna tersendiri di dalamnya. Tarian ini didominasi oleh gerakan tepuk tangan yang diselaraskan oleh alunan musik pengiring. Selain itu formasi penari yang sering berpindah-pindah namun tetap terlihat rapi sehingga menghasilkan gerakan yang indah.
Perkembangan Tari Sepen
Dalam perkembangannya, Tari Sepen ini menjadi salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di masyarakat Bangka Belitung, khususnya daerah kepulauan Belitung yang menjadi tempat asalnya. Tarian ini sering ditampilkan dalam festival budaya maupun penyambutan tamu besar dan para rombongan wisatawan yang datang kesana. Selain sebagai tarian hiburan, juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas akan kekayaan seni dan budaya yang ada di daerah Bangka Belitung.
Minggu, 15 September 2019
KERUNCONG STAMBUL FAJAR (KSF) SUAK GUAL BELITUNG
Sekilas Sejarah Masuknya Kesenian Keroncong ke Indonesia yang kemudian menyebar sampai ke kepulauan Belitung...
Musik keroncong dibawa oleh Portugis ke Batavia, tepatnya Kemayoran, Kampung Tugu, ketika di abad XVII yang kemudian berkembang ke daerah-daerah di Pulau Jawa.Yang pada akhirnya di bawa
ke daerah-daerah lain nya di Indonesia.
Di antaranya Pulau Mendanau, Masih terlihat jejak Peninggalan Belanda di pulau ini seperti Mercusuar yang di bangun Belanda tahun 1883 di Tanjong Lancor ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) Beberapa Makam Kuno serta pemancar Radio.
Keruncong Stambul Fajar (KSF) yang saat ini di Pimpin oleh Suherman atau Jabink, nama kelompok musik keruncong tersebut yang oleh masyarakat Pulau Belitung merupakan salah satu kesenian tradisi.
Kelompok kesenian ini berasal dari Desa Suak Gual kecamatan Selat Nasik Belitung
Langganan:
Postingan (Atom)