Ruyong atau Royong
dalam bahasa belitung dapat di artikan
kedalam bahasa Indonesia yaitu Gotong Royong (Mutual cooperation)
Menurut Kamus Bahasa Indonesia sendiri Gotong Royong adalah :
bekerja bersama-sama (tolong- menolong, bantu-membantu)
Contohnya masyarakat berhasil membangun sebuah masjid yang megah secara --; pasir, batu kali, dan material lainnya untuk membuat jalan itu dikumpulkan secara -- oleh warga desa.
Nah di Dalam Video saya kali ini membahas Gotong Royong yang di lakukan oleh RT.07B / RW.02. Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan Belitung.Yang di Ko'ordinir langsung oleh Ibu Hamisah selaku Ketua RT.07B sendiri.
Banyak keluh kesah warga yang saya dengarkan dari Warga dan mereka berharap sekaliagar jalan di tempat mereka layak untuk di lalui kendaraan seperti jalan-jalan yang ada di RT lainya,di aspal dengan sempurna.
Dikiri kanan jalan sepatutnya di buatkan Got untuk aliran air agar ketika hujan datangaliran air tidak masuk kerumah warga yang sebahagian tinggal di dataran rendah.
Seringnya terjadi kecelakaan yang di akibatkan jalan rusak dan berlubang apalagi saat Hujan turun lubang-lubang yang berada di jalan tergenang air sehinga tak akan terlihat,bagi mereka yang melintasi jalan tersebut....dan tentunya sangat membahayakan sekali.
Tak usah Panjang Lebar... simak saja Video saya Berikut ini
Mudah-mudahan mata dan Hati kita jadi terbuka untuk saling membantu Saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan.....Terimakasih,dan moga bermanfaat ... Salam Multi Media Belitung 🙏🙏🙏
Multi Tech Editing Video,Music,Photo,cetak undangan,kartu nama,Disgn logo,T-shirt dll.Warnet Browsing,Download,Chatting,Online,Game Online/off line dll Jl.Basuki Rachmat II no.09 Tanjungpandan Call.071922723-087896436036
Kembang api
Kamis, 10 Desember 2020
Jumat, 04 Desember 2020
Penutupan Festival Tanjung Kelayang 3 ( 15 -19 November 2020 ) di Panta...
( Festival Tanjung Kelayang yang ditetapkan sebagai kelender event nasional
oleh kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif )
Festival Tanjung Kelayang di selenggarakan yang ke-3 kalinya pada tahun 2020 ini
yang selenggarakan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung.
Pembukaan Festival Tanjung Kelayang 2020 ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Abdul Fatah dan dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Belitung Sahani Saleh dan Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata
serta Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Edy Wardoyo.
JADWAL ACARA
Pangelaran Seni Budaya - Pameran KUKM - Lomba Fashion Show Casual Batik pantai
Lomba lari 5K - Lomba Pidato Bahasa inggris - Parade Pelangi Budaya - Lomba Vlog
Dramatari Klosal - Pesta Kembang Api
Tanjung Kelayang
Sesuai namanya, pantai Tajung Kelayang merupakan
semenanjung yang menjorok ke arah utara.
Garis pantainya membentang sepanjang 4 kilometer
hingga ke pantai Tajung Tinggi di sisi timur.
Pantainya yang luas serta tekstur pasir halus
menjadikan Tanjung Kelayang tempat yang cocok
untuk berjalan kaki santai atau sekadar berbaring
sambil menikmati semilir angin. Lautnya pun tidak
kalah memukau. Gradasi air laut berwarna bening
kehijauan di tepi pantai yang dangkal perlahan-lahan
menjadi warna biru gelap. Ombak di pantai ini juga
tidak terlalu tinggi. Karena itulah banyak pengunjung
tak segan-segan untuk berenang.
Senin, 23 November 2020
Pembukaan Festival Tanjung Kelayang 3 ( 15 -19 November 2020 ) di Panta...
Pembukaan Festival Tanjung Kelayang 3
15 -19 November 2020
( Festival Tanjung Kelayang yang ditetapkan sebagai kelender event nasional
oleh kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif )
Festival Tanjung Kelayang di selenggarakan yang ke-3 kalinya pada tahun 2020 ini
yang selenggarakan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung.
Pembukaan Festival Tanjung Kelayang 2020 ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Abdul Fatah dan dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Belitung Sahani Saleh dan Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata
serta Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Edy Wardoyo.
JADWAL ACARA
Pangelaran Seni Budaya - Pameran KUKM - Lomba Fashion Show Casual Batik pantai
Lomba lari 5K - Lomba Pidato Bahasa inggris - Parade Pelangi Budaya - Lomba Vlog
Dramatari Klosal - Pesta Kembang Api
Kamis, 19 November 2020
Menuju Era New Normal Guru Sehat, Murid Sehat dan Sekolah Sehat
Menuju Era New Normal Guru Sehat, Murid Sehat dan Sekolah Sehat
Selasa, 17 November 2020
Campak Karang Ketipai Show di Gedung Nasional- Belitung
Campak Karang Ketipai Show di Gedung Nasional Belitung
Campak Karang ketipai adalah salah satu campak yang cukup lama
berkiprah di dunia Pentas, namun akibat perkembangan musik yang
makin modern dan berkembang di Belitung sehingga pada akhirnya
kesnian campak di Belitung mulai di tinggalkan dan masyarakat mulai
beralih ke kesenian modern.
Yang berdampak Lesunya para pemain campak untuk mengadakan pentas
nah keperihatinan saya sebagai Creator merasa terpanggil dan berinisiatif,
untuk membantu mempromosikan kembali kesenian kesenian yang ada di Pulau Belitung
agar tak munah di tela waktu dan perkembangan Zaman.
Semoga Niat baik saya,dapat membuahkan Hasil...walau saya tak di kenang namun
ini menjadi suatu kebanggaan karena sudah berhasil mengangkat kembali
kesenian dan tradisi adat Belitung.....
Terimakasih
Sabtu, 14 November 2020
Grup Rebana Al-Huda dari Kecamatan Badau Kabupaten Belitung
Grup Rebana Al-Huda
dari Kecamatan Badau Kabupaten Belitung
Rebana atau yang dikenal juga dengan tamborin ini adalah merupakan
alat musik yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, khususnya bagi
masyarakat yang beragama Islam. Biasanya rebana sering digunakan dalam
kegiatan-kegiatan yang bernapaskan Islami misalnya Syukuran,Khitanan dll
Dalam video Kali ini Grup Rebana Al-Huda mnampilakan 2 buah lagu
yang benapaskan Islami ...untuk lebih jelasnya simak saja video berikut ini.
Jumat, 13 November 2020
Keroncong Stambul Fajar, Pengakar Campo Bagian Pertama (PART 1) Dari Pul...
Keroncong Stambul Fajar, Pengakar Campo
Dari Pulau Mandanau, Belitung
Keroncong Stambul Fajar ini memiliki ciri khas yaitu
iramanya yang mendayu-dayu.
Sementara itu untuk lirik atau baitnya sendiri berpantun ‘A B A B’
dengan kata dan bahasa indah berisi
puji-pujian, nasehat, harapan dan juga ratapan hati.
Karena iramanya yang mendayu-dayu dengan iringan musik yang lembut
dan tenang, maka Keroncong Stambul Fajar ini biasanya
dimainkan pada malam hari hingga menjelang subuh.
Langganan:
Postingan (Atom)