Jebong Blog: http://2012/04/tidak-bisa-di-copy-paste.html#ixzz1rXb2jAUW JEBONG UDIK ( Multi TECH ): Makalah Manfaat Senyawa Hidrokarbon untuk Industri dan Perdagangan

Kembang api


Selasa, 20 Maret 2012

Makalah Manfaat Senyawa Hidrokarbon untuk Industri dan Perdagangan


BAB I
PENDAHULUAN

Senyawa Hidrokarbon


Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
- Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:
- Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:
- Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.
· senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
· Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

Beberapa produk dan kegunaan senyawa hidrokarbon sebagai berikut.

1. Hidrokarbon dalam bidan pangan

a. Glukosa merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan.
b. Tetraterpena, merupakan senyawa beta karoten pada wortel.
c. Monoterpena, merupakan senyawa dalam minyak jeruk.
d. Karbohidrat, merupakan glukosa dan senyawa yang penuh dengan energi.

2. Hidrokarbon dalam bidang sandang dan papan.

a. Poliviniklorida (PVC), terbentuk dari viniklorida yang mempunyai ikatan C rangkap 2.
    Banyak digunakan untuk pembuatan pipa dan karet.
b. Polipropilen/polipropena, yang terbentuk dari propena. Untuk serat, tali plastik, bahan 
    perahu,  dan botol plastik.
c. Polistirena. Kegunaanya untuk pembungkus, insulator listrik, sol sepatu, dan berbagai
    peralatan lainya.
d. Polisoprena, merupakan karet alam. Berguna antara lain sebagai ban kendaraan, sepatu, dan
    sarung tangan.
e. Etuna, sebagai sintetis serat buatan.
f. nilon, merupakan senyawa polimer yang banyak digunakan untuk serat pakaian.
g. Dakron, merupakan seratt pliester untuk pengganti kapas dalam keperluan rumah tangga.
    contoh
    kasur dan bantal.

3. Hidrokarbon dalam bidang seni dan estetika

a. Polivinil asetat, banyak digunakan sebagai perekat dan cat lateks.
b. Poliestilena merupakan polimer dari etana yang mempunyai ikatan C rangkap 2, melalui
          reaksi polierisasi. Kegunaan Poliestilena merupakan sebagai kantong plastik, ember, panci,
          pembungkus makanan, dan lain-lain.
      c. Antrasena, digunanakan untuk zat warna.

4. Hidrokarbon dalam bidang industri dan perdagangan

a. Etena, merupakan gas yang tak berwarna dan tak berbau
b. Pentena heksana dan heptana digunakan untuk pelarut sintetis.
c. Propana,
senyawa alkana tiga karbon yang berwujud gas
d. Metana, untuk zat bakar dan sintesis senyawa metil klorida dan metanol.
e. Teflon sebagai pelapis anti lengket pada alat alat masak.
f. 1-Butena untuk pembuatan karet sintetis.
g. Polistirena untuk membuat kancing sisir pembungkus alat listrik.
h. Polipropilena, untuk sintesis gliserol, isopropil, dan plastik polipropilena.
i. SBR digunakan untuk karet sintetis.
j. Glisserol, untuk bahan kosmetik, pelembab, dan industri makanan.



BAB II
PEMBAHASAN

Hidrokarbon dalam bidang industri dan perdagangan

1.   Etena

adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus kimia C2H6. Senyawa ini merupakan alkana dengan dua karbon, dan merupakan hidrokarbon alifatik. Dalam temperatur dan tekanan standar, etana merupakan gas yang tak berwarna dan tak berbau. Dalam industri etana dihasilkan dengan cara diisolasi dari gas alam, dan sebagai hasil samping dari penyulingan minyak.

Kegunaan

Kegunaan utamanya adalah sebagai bahan mentah untuk produksi etilena/etena (C2H4) melalui perengkahan kukus (steam cracking). Etana merupakan bahan yang baik dalam produksi etilena karena hasil reaksi perengkahan kukus etana memiliki persentase etilena yang cukup banyak, sedangkan reaksi hidrokarbon lain yang lebih berat menghasilkan produk berupa campuran yang memiliki sedikit etilena, dan lebih banyak olefina seperti propilena dan butadiena, serta hidrokarbon aromatik.
2.  Pentena heksana dan heptana
      Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H
Terdiri dari :
1. Alkana (CnH2n+2)
2.
Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)
      ALKANA

a. Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana)
b. Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
c. Sukar bereaksi
d. C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas
e. C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair
Ø C18 : pada t dan p normal adalah padat
f. Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C
g. Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah
h. Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
i. BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C
j. Sumber utama gas alam dan petroleum

Struktur ALKANA :
CnH2n+2 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana)
sikloheksana

PEMBUATAN ALKANA :
a. Hidrogenasi senyawa Alkena
b. Reduksi Alkil Halida
c. Reduksi metal dan asam

PENGGUNAAN ALKANA :
Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta,cat,semir,ban)
Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)
Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis



      Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah
TD (oC) Jumlah C Nama Penggunaan
< 30 1 - 4 Fraksi gas Bahab bakar gas
30 - 180 5 -10 Bensin Bahan bakar mobil
180 - 230 11 - 12 Minyak tanah Bahan bakar memasak
230 - 305 13 - 17 Minyak gas ringan Bahan bakar diesel
305 - 405 18 - 25 Minyak gas berat Bahan bakar pemanas

Sisa destilasi :
1. Minyak mudah menguap, minyak pelumas, lilin dan vaselin
2. Bahan yang tidak mudah menguap, aspal dan kokas dari minyak bumi

ALKENA
a. Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
b. Alkena = olefin (pembentuk minyak)
c. Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2-butena
d. Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif

Struktur ALKENA :
CnH2n CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena)

ETENA = ETILENA = CH2=CH2
a. Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada
          konsentrasi 3 – 34 %)
b. Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
c. Pembuatan : pengawahidratan etanaol

PENGGUNAAN ETENA :
a. Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
b. Untuk memasakkan buah-buahan
d. Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

PEMBUATAN ALKENA :
a. Dehidrohalogenasi alkil halida
b. Dehidrasi alkohol
c. Dehalogenasi dihalida
d. Reduksi alkuna

ALKUNA
Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif

Struktur ALKUNA :
CnH2n-2 CH=CH (etuna/asetilen)

ETUNA = ASETILEN => CH=CH
1. Pembuatan : CaC2 + H2O ------> C2H2 + Ca(OH)2
2. Sifat-sifat :
    a. Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
    b. Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
3. Penggunaan etuna :
    a. Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+- 3000oC), dipakai
        untuk mengelas besi dan baja
    b. Untuk penerangan
    c. Untuk sintesis senyawa lain




      PEMBUATAN ALKUNA
a. Dehidrohalogenasi alkil halida
b. Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer

3.   Propana

Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal, tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. Propana umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin, barbeque (pemanggang), dan di rumah-rumah.

Propana dijual sebagai bahan bakar, propana dikenal juga sebagai LPG (liquified petroleum gas - gas petroleum cair) yang dapat berupa campuran dengan sejumlah kecil propena, butana, dan butena. Kadang ditambahkan juga etanetiol sebagai bahan pemberi bau agar dapat digunakan sebagai deteksi jika terjadi kebocoran. Di Amerika Utara, komposisi utama LPG adalah propana (paling tidak 90%), dengan tambahan butana dan propena. Ini adalah standar HD5, yang awalnya dibuat terutama untuk bahan bakar kendaraan.

4.   Metana, metil klorida dan metanol.

      Metil klorida merupakan senyawa klorometana selain metilen klorida dan karbon tetraklorida. Senyawa metil klorida dapat diproduksi dengan proses hidroklorinasi fase gas metanol, sehingga bahan baku utama metil klorida adalah metanol dan asam klorida. Metanol dan asam klorida, keduanya adalah reaktan berharga murah. Oleh karena itu akan lebih menguntungkan jika dijadikan bahan baku untuk membuat metil klorida, karena metil klorida adalah pelarut yang harganya lebih mahal. Penggunaan proses hidroklorinasi dari metanol akan lebih menguntungkan jika produk yang diinginkan hanya metil klorida dan dengan kapasitas pabrik
      yang kecil (Mc Ketta).

92% metil klorida yang dihasilkan di Amerika Serikat digunakan sebagai feedstock dalam pembuatan bahan lanjutan metil klorosilane. Metil klorosilane digunakan dalam produksi fluida silikon, elastomer, dan resin. Namun paling besar digunakan sebagai fluida silikon, dimana digunakan dalam tingkatan yang luas dari produk termasuk proses pembantu seperti agen antifoaming, agen pelepasan, dan pelumas ringan. Metil klorida juga digunakan dalam bidang kimia untuk produk konsumsi seperti kosmetik, auto polishes, pelitur furniture, dan lapisan kertas . Pembuatan tertramethyl lead dan tripatane (2,2,3,-trimethylbutane) sebagai bahan tambahan anti ketukan untuk bensin, adalah penggunaan paling luas dari metil klorida . Metil klorida juga digunakan dalam sintesis berbagai senyawa, dan sebagai pengekstraks untuk lemak, minyak, dan resin. Metil klorida juga telah digunakan sebagai bahan pembakar dalam
      aerosol dan pembuatan obat (drugs) terlarang .
      Dalam pembuatan metil klorida diperlukan ketelitian karena kondisi reaksi tidak menyukai kompetisi reaksi untuk 2 molekul metanol yang bergabung untuk membentuk dimetil eter. Akan tetapi reaksi utama pembentukan metil klorida tetap dominan karena dimetil eter yang terbentuk sangat sedikit (Rase).

      Proses Secara Umum

Proses hidroklorinasi adalah suatu proses dengan atom halogen yang berasal dari asam klorida bergabung dengan suatu senyawa organik.Proses hidroklorinasi meliputi:
     1. Reaksi adisi
     2. Reaksi substitusi

Senyawa yang dapat dibuat pada proses hidroklorinasi dengan reaksi adisi adalah kloroolefin dan diolefin.Pembuatan kloroolefin dalam hal ini adalah vinil klorida dengan bahan bakunya adalah gas asetilen dan HCl.
HC
Ξ CH + HCl → H2C = CHCl
Proses hidroklorinasi dengan reaksi substitusi terjadi pada pembuatan metal klorida
CH3OH + HCl → CH3Cl + H2O
metanol asam klorida metal klorida air
Pada reaksi ini ion hidroksil digantikan oleh ion klorin dari asam klorida. Pada proses hidroklorinasi ini, tidak hanya penambahan klorida saja yang spesifik tapi juga katalisnya. Kebanyakan katalis yang digunakan adalah pembawa halogen seperti Pb, Sb, dan P dengan valensi dua,namun sebagai katalis kurang stabil jika dibandingkan dengan valensi yang lebih tinggi.
Karbon aktif, clay dan alumina dapat digunakan sebagai katalis pada proses ini.

5.   Teflon
Teflon adalah nama merk dari sebuah compound polimer yang ditemukan oleh Roy J. Plunkett (19101994) di DuPont pada 1938 dan diperkenalkan sebagai produk komersial pada 1946. Dia merupakan sebuah fluoropolimer thermoplastik.
Teflon adalah Politetrafluoroetilena (PTFE), sebuah polimer ethylene fluorine.
    F   F   
    |   |   
  -(C - C)- 
    |   |   n
    F   F   

Teflon is also used as the trade name for a polymer with similar properties, perfluoroalkoxy polymer resin (PFA):
    F   F     F   F 
    |   |     |   |
  -(C - C) - (C - C)- 
    |   | m   |   | n
    F   F     F   O
                  |
              F - C - F
                  |
                  F
PTFE memiliki koefisien gesek terendah dari bahan padat yang dikenal. Dia digunakan sebagai pelapis tidak-lengket untuk panci dan peralatan masak lainnya. PTFE sangat tidak-reaktif, dan sering digunakan dalam wadah dan pipa untuk bahan kimia yang reaktif. Titik lelehnya bervariasi antara 260 °C (FEP) dan 327 °C (PTFE), tergantung dari polimer Teflon tertentu.
Gore-Tex adalah sebuah bahan yang menggunakan membran teflon dengan pori-pori mikro.
6.  1-Butena
    
     A. 1-Butena

     Sebagai negara yang sedang membangun, Indonesia sedang menggalakkan sektor industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang hasil industri dari luar negeri, menghemat devisa negara dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor industri diharapkan mampu menjadi salah satu bidang yang mampu menopang perekonomian nasional sehingga nantinya proyeksi pertumbuhan perekonomian nasional akan meningkat
seiring dengan adanya industrialisasi.
Salah satu upaya peningkatan sektor industri adalah dengan cara memenuhi kebutuhan bahan-bahan industri melalui pendirian pabrik – pabrik kimia dalam negeri dan juga diharapkan mampu menembus pasar ekspor internasional.

1-Butena atau butilen dengan rumus molekul C4H8 merupakan senyawa berbentuk gas yang larut dalam senyawa hidrokarbon, alkohol, dan eter tetapi tidak larut dalam air, tidak berwarna, serta mudah terbakar dengan aroma yang khas.

Industri pembuatan 1-Butena merupakan sektor industri yang dapat diharapkan mempunyai peranan dalam ikut meningkatkan perekonomian nasional, dimana kebutuhan impor permintaan pasar 1-Butena di Indonesia mengalami kenaikan sekitar 15,697 % per tahun. Sedangkan kebutuhan 1-Butena di tingkat global cenderung meningkat sekitar 1,5- 2 % per tahun.

Perkembangan kebutuhan 1-Butena ini akan terus meningkat dengan semakin meluasnya pemakaian 1-Butena di berbagai sektor industri terutama industri pembuatan sintesis polimer plastik (HDPE dan LLDPE) dimana industri tersebut membutuhkan 1-Butena sebagai comonomer dalam produksi sintesis polietilen.

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan 1-Butena, maka pendirian pabrik 1-Butena akan membawa dampak positif, dimana dengan didirikannya pabrik ini diharapkan kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi, menutupi kebutuhan impor, memacu perkembangan industri yang menggunakan 1-Butena sebagai bahan baku maupun sebagai bahan pembantu dan dapat
      melakukan ekspor ke luar negeri sehingga memberikan nilai keuntungan yang lebih tinggi serta     
      meningkatkan perekonomian nasional.

B. Kegunaan Produk

1-Butena merupakan salah satu senyawa alpha-olefin yang sangat penting dalam industri kimia, dimana selain digunakan sebagai comonomer pada sintesis polyethylene pada industri polimer seperti Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE) dan High-Density Polyethylene (HDPE), 1-Butena juga digunakan sebagai komponen plasticizer, minyak pelumas sintetis,
      deterjen, polibutena, valeraldehid, 1,2-butilenoksida, n-butil merkaptan, sec-butylphenols,   
      pelarut, dll.

7.   Polistirena

     Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong senyawa aromatik.

     Polistirena pertama kali dibuat pada 1839 oleh Eduard Simon, seorang apoteker Jerman. Ketika mengisolasi zat tersebut dari resin alami, dia tidak menyadari apa yang dia telah temukan. Seorang kimiawan organik Jerman lainnya, Hermann Staudinger, menyadari bahwa penemuan Simon terdiri dari rantai panjang molekul stirena, yang adalah sebuah polimer plastik.
Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna, keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam produk dengan detail yang bagus. Penambahan karet pada saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan kejut. Polistirena jenis ini dikenal dengan nama High Impact Polystyrene (HIPS). Polistirena murni yang transparan bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses compounding. Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena, a.l: sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.

Karakteristik
Stabilitas dimensi yang tinggi dan shrinkage yang rendah
Temperatur operasi maksimal < 90 °C
Tahan air, bahan kimia non-organik, alkohol
Rapuh ( perpanjangan 1-3%)
Tidak cocok untuk aplikasi luar ruangan
Mudah terbakar

Proses manufaktur
Polistirena dapat dibentuk menjadi berbagai macam produk dengan cara:

8.   Polipropilena
     
      Berbagai produk bahan yang dihasilkan dari produk petrokimia dewasa ini banyak ditemukan. Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetis, karet sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat maupun vitamin.

Bahan Dasar Petrokimia
Terdapat tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia, yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis (syn-gas). Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu:
a. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia.
b. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara.
c. Mengubah produk antara menjadi produk akhir.

Olefin (alkena-alkena)
Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai milyaran kg per tahun. Di antara olefin yang paling banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), dan butadiena.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar etilena adalah:
1) Polietilena, merupakan plastik yang paling banyak diproduksi, plastik ini banyak  
    digunakan sebagai kantong plastik dan plastic pembungkus (sampul). Di samping
     polietilena sebagai bahan dasar, plastik dari polietilena ini juga mengandung beberapa
                 bahan tambahan, yaitu bahan pengisi, plasticer, dan pewarna.
2) PVC atau polivinilklorida, juga merupakan plastik yang digunakan pada pembuatan pipa
    pralon dan pelapis lantai.
3) Etanol, merupakan bahan yang sehari-hari dikenal dengan nama alkohol. Digunakan
    sebagai bahan bakar atau bahan antara untuk pembuatan produk lain, misalnya
    pembuatan asam asetat.
4) Etilena glikol atau glikol, digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di
    daerah beriklim dingin.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar propilena adalah:

1) Polipropilena, digunakan sebagai karung plastik dan tali plastik. Bahan ini lebih kuat
    dari polietilena.
2) Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industry makanan, dan bahan
     untuk membuat peledak (nitrogliserin).
3) Isopropil alkohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain,
    misalnya membuat aseton.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiena adalah:
1) Karet sintetis
2) Nilon

9.   SBR

Karet sintesis sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku minyak bumi. Biasanya karet sintesis dibuat akan memiliki sifat sendiri yang khas. Ada yang tahan terhadap suhu tinggi / panas, minyak, pengaruh udara bahkan kedap gas.
Berdasarkan tujuan pemanfaatannya ada dua karet sintesis yang dikenal, yaitu:

Karet sintesis untuk kegunaan umum.

Karet sintesis dapat digunakan untuk berbagai keperluan, bahkan banyak fungsi karet alam yang dapat digantikan. Jenis-jenis karet sintesis untuk kegunaan umum diantaranya sebagai berikut:


a.SBR ( styrene butadiene rubber )
Jenis SBR merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi dan digunakan. Jenis ini memiliki ketahanan kikis yang baik dan kalor atau panas yang ditimbulkan juga rendah. Namun SBR yang tidak diberi tambahan bahan penguat memiliki kekuatan yang lebih rendah
dibandingkan vulkanisir karet alam.

b.BR ( butadiene rubber )
Dibanding dengan SBR, karet jenis BR lebih lemah. Daya lekat lebih rendah, dan pengolahannya juga tergolong sulit. Karet jenis ini jarang digunakan tersendiri. Untuk membuat suatau barang biasanya BR dicampur dengan karet alam atau SBR.

c.IR ( isoprene rubber ) atau polyisoprene rubber
Jenis karet ini mirip dengan karet alam kerena sama-sama merupakan polimer isoprene. Dapat dikatakan bahwa sifat IR yang mirip sekali dengan karet alam, walaupun tidak secara keseluruhan. Jenis IR memiliki kelebihan lain dibanding karet alam yaitu lebih murni dalam bahan dan viskositasnya lebih mantap.

10.    Glisserol
         
      Gliserol (atau gliserin, gliserin) adalah sederhana poliol majemuk. Ini adalah tidak berwarna, tidak berbau, kental cairan yang banyak digunakan dalam formulasi farmasi . Gliserol memiliki tiga gugus hidroksil yang bertanggung jawab untuk perusahaan kelarutan dalam air dan yang higroskopis alam. Tulang punggung gliserol merupakan pusat semua lipid dikenal sebagai trigliserida . Gliserol manis-mencicipi dan rendah toksisitas .

Produksi

Gliserol bentuk tulang punggung dari trigliserida , dan terutama dihasilkan oleh saponifikasi lemak sebagai produk sampingan dari pembuatan sabun .
SaponificationGeneral.svg

Ini juga merupakan produk sampingan dari produksi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi . Bentuk gliserin mentah sering gelap dalam penampilan dengan konsistensi, tebal seperti sirup. Trigliserida (1) diperlakukan dengan alkohol seperti etanol (2) dengan dasar katalitik untuk memberikan etil ester asam lemak (3) dan gliserol (4):

Transesterifikasi trigliserida dengan ethanol.png
Gliserol juga diproduksi oleh berbagai rute dari propilena . Para epiklorohidrin proses adalah yang paling penting, melainkan melibatkan klorinasi dari propilena untuk memberikan klorida alil , yang teroksidasi dengan hipoklorit untuk dichlorohydrins , yang bereaksi dengan basa kuat untuk memberikan epiklorohidrin . epiklorohidrin kemudian dihidrolisis untuk memberikan gliserol.
Karena penekanan pada biodiesel , di mana gliserol adalah produk limbah, pasar untuk gliserol tertekan, dan lama epiklorohidrin proses untuk sintesis gliserol tidak lagi ekonomis dalam skala besar. Gliserol dapat dihapus dari proses dengan menggunakan enzim khusus yang memecah fitol dan pati. Enzim ini diproduksi secara biologis dengan menggunakan bakteri yang direkayasa secara genetis. Karena tidak ada gliserin diproduksi sebagai produk-oleh, kemurnian biodiesel sangat meningkat dan biaya dapat dikurangi.
Hanya satu produser untuk gliserol sintetis yang tersisa, karena berkualitas tinggi gliserol diperlukan dalam sangat sensitif aplikasi perawatan farmasi, teknis dan pribadi. Bahan baku yang digunakan untuk membuat gliserol termasuk lemak hewani, seperti lemak sapi, dan minyak nabati, seperti kelapa dan kedelai. Sekitar 950.000 ton per tahun diproduksi di Amerika Serikat dan Eropa; 350.000 ton gliserol yang dihasilkan per tahun di Amerika Serikat saja dari 2000-2004. Produksi akan meningkat dengan Uni Eropa direktif 2003/30/EC diimplementasikan, yang memerlukan penggantian 5,75% bahan bakar minyak bumi dengan biofuel di semua negara anggota pada tahun 2010. Hal ini diproyeksikan bahwa pada tahun 2020, produksi akan enam kali lebih banyak dari permintaan.

Makanan industri

     Dalam makanan dan minuman, gliserol berfungsi sebagai humektan , pelarut , dan pemanis , dan dapat membantu melestarikan makanan . Hal ini juga digunakan sebagai pengisi dalam komersial disiapkan rendah lemak makanan (misalnya, cookie ), dan sebagai agen penebalan di minuman . Gliserol dan air digunakan untuk mengawetkan beberapa jenis daun. Sebagai pengganti gula , ia memiliki sekitar 27 kalori per sendok teh (gula memiliki 20) dan 60% sebagai manis sebagai sukrosa . Tidak memberi makan bakteri yang membentuk plak dan menyebabkan gigi berlubang . Sebagai tambahan makanan , gliserol diberi label sebagai e sejumlah E422.
Gliserol juga digunakan untuk memproduksi mono-dan di- gliserida untuk digunakan sebagai emulsifier , serta poligliserol ester masuk ke shortening dan margarin .
Hal ini juga digunakan sebagai humektan (bersama dengan propilen glikol dicap sebagai E1520 dan / atau E422) dalam produksi snus , seorang Swedia-gaya tembakau tanpa asap produk.
Sebagaimana digunakan dalam makanan, gliserol dikategorikan oleh American Dietetic Association sebagai karbohidrat . AS Food and Drug Administration (FDA) penunjukan karbohidrat mencakup semua kalori macronutrients tidak termasuk protein dan lemak. Gliserol memiliki kepadatan kalori sama dengan gula pasir, tetapi lebih rendah indeks glisemik dan berbeda jalur metabolisme dalam tubuh, sehingga beberapa pendukung diet menerima gliserol sebagai pemanis kompatibel dengan diet rendah karbohidrat .

Aplikasi perawatan Farmasi dan pribadi

Gliserol digunakan dalam medis dan farmasi dan perawatan pribadi persiapan, terutama sebagai sarana untuk meningkatkan kelancaran, memberikan pelumasan dan sebagai humektan . Hal ini ditemukan dalam immunotherapies alergen, obat batuk , ramuan dan ekspektoran , pasta gigi , obat kumur , perawatan kulit produk, krim cukur, perawatan rambut produk, sabun dan air berbasis pelumas pribadi . Dalam bentuk sediaan padat seperti tablet, gliserol digunakan sebagai agen memegang tablet. Untuk konsumsi manusia, gliserol diklasifikasikan oleh FDA Amerika Serikat antara gula alkohol sebagai makronutrien kalori.
Gliserol adalah komponen dari sabun gliserin , yang terbuat dari alkohol didenaturasi , gliserol, castorate natrium (tersabunkan Castor kacang minyak), tersabunkan cocoa butter , tersabunkan lemak , sukrosa , air, dan kadang-kadang sulfat laureth natrium . Minyak atsiri ditambahkan untuk wewangian . Jenis sabun digunakan oleh penderita yang sensitif, mudah-iritasi kulit karena mencegah kekeringan kulit dengan nya pelembab properti. Ini menarik kelembaban ke atas melalui lapisan kulit dan memperlambat atau mencegah pengeringan yang berlebihan dan penguapan. Hal ini dimungkinkan untuk membuat sabun gliserol di rumah.
Digunakan sebagai obat pencuci perut ketika diperkenalkan ke dalam rektum di supositoria atau volume kecil (2-10 ml) ( enema ) bentuk; mengiritasi mukosa anal dan menginduksi efek hyperosmotic .
Gliserol murni atau hampir murni topikal adalah pengobatan yang efektif untuk psoriasis, luka bakar, gigitan, luka, ruam, luka baring, dan kapalan. Hal ini dapat digunakan secara oral untuk menghilangkan halitosis, karena merupakan pengering kontak bakteri. Properti yang sama membuatnya sangat membantu dengan penyakit periodontal, melainkan menembus biofilm cepat dan menghilangkan koloni bakteri

* * * * *

BAB III
PENUTUP

Lesimpulan

     Senyawa Hidrokarbon merupakan senyawa yang tersusun atas unsur hidrogen dan karbon. Sumber utama hidrokarbon di dunia adalah minyak bumi dan gas alam. Industri petrokimia membuat bahan-bahan atau produk dari minyak bumi dan gas bumi antara lain plastik, serat sintetis, pelarut, pestisida, dan lain-lain.
Yang tentunya dapat di jadikan suatu komoditi dalam perdagangan yang tentunya harus menjalani tes uji agar tidak membahayakan bagi di pengguna atau pemakainya.

     Minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon yang menjadi komoditi perdagangan yang sangat penting bagi dunia karena minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang paling utama saat ini. Negara-negara di dunia penghasil minyak bumi membentuk organisasi antarnegara penghasil minyak bumi yang diberi nama OPEC (Organization of Petrolleum Exporting Country).
Produk Senyawa Hidrokarbon
Hasil penyulingan minyak bumi banyak menghasilkan senyawa-senyawa hidrokarbon yang sangat penting bagi kehidupan manusia, seperti bensin, petroleum eter (minyak tanah), gas elpiji, minyak pelumas, lilin, dan aspal.
Tanpa Minyak dan gas Suatu Industri tak akan berjalan,karena minyak dan gas adalah behan bakar penggerak mesin-mesin industri itu sendiri guna memproduksi barang baik itu buat konsumsi atau dipakai untuk keperluan manusia. Disamping itu guma pengiriman barang sampai ketempat yang di tuju tentunya perlu menggunakan sarana transportasi jelas kendaraan juga memerlukan bahan bakar.
Senyawa Hidrokarbon disini memegang peranan penting dalam dunia perdagangan dan Industri guna memenuhi kebutuhan umat manusia yang serba instan ini,kiranya itu saja yang dapat penulis sampaikan semoga dapat kita kaji manfaatntya dan menambah pengetahuan kita tentang pentingya:

” Senyawa Hidrokarbon ”


Keritik dan Saran

Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga penulis dapat memperbaikinya dalam makalah – makalah selanjutnya.


5 komentar:

  1. kamu itu termazuk pelit......

    ganti rah javascript agar bisa copy paste makalahnya.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan Pelit tapi biar oleh raga tangannya buat nulis,...hehehe biar sehat.
      Kalo mau Copast kamu bis kunjungi saya di Google Plus...makasih ya atas kunjungannya.

      Hapus
    2. Kunjungi saya di G+1 kamu bisa Copy Paste ..Thanks atas kunjunganya!!

      Hapus
  2. Bagi yg ingin Copy Paste silahkan aja kunjungi saya di G+1 Google Plus....Thanks!!

    BalasHapus
  3. Di pojok kiri atas Google kan ada tool File klik lalu save...hasil save di klik kanan property open in word ....Bisa khan.........Thx

    BalasHapus

"orang yang baik selalu mengucap salam bila berkunjung"